Hikmah di Balik Bersin & Menguap

عن أبي هريرة رضي الله تعالى عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: (( إن الله يحب العطاس ويكره التثاؤب، فإذا عطس فحمد الله فحق على كل مسلم سمعه أن يشمته، وأما التثاؤب فإنما هو من الشيطان فليرده ما استطاع، فإذا قال: ها، ضحك منه الشيطان )) صحيح البخاري في الأدب 6223

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ta’alaa anhu, Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda, “Sungguh Allah mencintai orang yang bersin dan membenci orang yang menguap, maka jika kalian bersin maka pujilah Allah, maka setiap orang yang mendengar pujian itu untuk menjawabnya; adapun menguap, maka itu dari syaitan, maka lawanlah itu sekuat tenagamu. Dan apabil seseorang menguap dan terdengar bunyi: Aaaa, maka syaitan pun tertawa karenanya”. Shahih Bukhari, 6223.

Imam Ibn Hajar berkata, “Imam Al-Khathabi mengatakan bahwa makna cinta dan benci pada hadits di atas dikembalikan kepada sebab yang termaktub dalam hadits itu. Yaitu bahwa bersin terjadi karena badan yang kering dan pori-pori kulit terbuka, dan tidak tercapainya rasa kenyang. Ini berbeda dengan orang yang menguap. Menguap terjadi karena badan yang kekenyangan, dan badan terasa berat untuk beraktivitas, hal ini karena



banyaknya makan . Bersin bisa menggerakkan orang untuk bisa beribadah, sedangkan menguap menjadikan orang itu malas (Fath-hul Baari: 10/6077)

Nabi menjelaskan bagaimana seseorang yang mendengar orang yang bersin dan memuji Allah agar membalas pujian tersebut.
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda:

(( إذا عطس أحدكم فليقل الحمد لله، وليقل له أخوه أو صاحبه: يرحمك الله، فإذا قال له يرحمك الله فليقل: يهديكم الله ويصلح بالكم )) صحيح البخاري في الأدب: 6224

Apabila salah seorang diantara kalian bersin, maka ucapkanlah Al-Hamdulillah, dan hendaklah orang yang mendengarnya menjawab dengan Yarhamukallahu, dan bila dijawab demikian, maka balaslah dengan ucapan Yahdiikumullaahu wa Yushlihu baalakum (HR. Bukhari, 6224)

Dan para dokter di zaman sekarang mengatakan, “Menguap adalah gejala yang menunjukkan bahwa otak dan tubuh orang tersebut membutuhkan oksigen dan nutrisi; dan karena organ pernafasan kurang dalam menyuplai oksigen kepada otak dan tubuh. Dan hal ini terjadi ketika kita sedang kantuk atau pusing, lesu, dan orang yang sedang menghadapi kematian. Dan menguap adalah aktivitas menghirup udara dalam-dalam melalui mulut, dan bukan mulut dengan cara biasa menarik nafas dalam-dalam !!! Karena mulut bukanlah organ yang disiapkan untuk menyaring udara seperti hidung. Maka, apabila mulut tetap dalam keadaan terbuka ketika menguap, maka masuk juga berbagai jenis mikroba dan debu, atau kutu bersamaan dengan masuknya udara ke dalam tubuh. Oleh karena itu, datang petunjuk nabawi yang mulia agar kita melawan “menguap” ini sekuat kemampuan kita, atau pun menutup mulut saat menguap dengan tangan kanan atau pun dengan punggung tangan kiri.

Bersin adalah lawan dari menguap yaitu keluarnya udara dengan keras, kuat disertai hentakan melalui dua lubang: hidung dan mulut. Maka akan terkuras dari badan bersamaan dengan bersin ini sejumlah hal seperti debu, haba’ (sesuatu yang sangat kecil, di udara, yang hanya terlihat ketika ada sinar matahari), atau kutu, atau mikroba yang terkadang masuk ke dalam organ pernafasan. Oleh karena itu, secara tabiat, bersin datang dari Yang Maha Rahman (Pengasih), sebab padanya terdapat manfaat yang besar bagi tubuh. Dan menguap datang dari syaithan sebab ia mendatangkan bahaya bagi tubuh. Dan atas setiap orang hendaklah memuji Allah Yang Maha Suci Lagi Maha Tinggi ketika dia bersin, dan agar meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk ketika sedang menguap (Lihat Al-Haqa’iq Al-Thabiyah fii Al-Islam: hal 155)

Sumber:
alsofwah.or.id - 13 Ramadhan 1424/071103




Baca Selengkapnya......

ADAB & SEBAB TERKABULNYA DOA

Siapakah diantara kita yang tidak pernah berdo'a?
Barangsiapa yang tidak mau berdo'a berarti dia adalah orang yang sombong, karena merasa tidak membutuhkan kepada pertolongan Allah.
Justru Allahlah yang menyuruh kita untuk berdoa dan menohon apa saja kepada-Nya.
Lalu, bagaimana caranya agar doa kita dikabulkan?

Berikut ini Adab & Sebab-Sebab Terkabulnya Do'a

• Ikhlas karena Allah semata. (QS. Al-Bayyinah: 5).
• Mengawalinya dengan pujian dan sanjungan kepada Allah lalu diikuti dengan bacaan shalawat atas Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam dan diakhiri dengannya.
• Bersungguh-sungguh dalam memanjatkan do’a, serta yakin akan dikabulkan.
• Mendesak dengan penuh kerendahan dalam berdo’a, dan tidak terburu-buru.
• Menghadirkan hati dalam do’a.
• Memanjatkan do’a, baik dalam keadaan lapang maupun susah.
• Tidak boleh berdo’a dan memohon sesuatu kecuali hanya kepada Allah semata.
• Tidak mendo’akan keburukan kepada keluarga, harta, anak dan diri sendiri.



• Merendahkan suara ketika berdo’a, yaitu antara samar dan keras. (QS. Al-A’raaf: 55, 205).
• Mengakui dosa yang telah diperbuat, lalu memohon ampunan atasnya, serta mengakui nikmat yang telah diterima dan bersyukur kepada Allah atas nikmat tersebut.
• Tidak membebani diri dalam membuat sajak dalam do’a.
• Tadharru’ (merendahkan diri), khusyu’, raghbah (berharap untuk dikabulkan) dan rahbah (rasa takut tidak dikabulkan). (QS. Al-Anbiyaa’: 90).
• Mengembalikan (hak orang lain) yang dizhalimi disertai dengan taubat.
• Memanjatkan do’a tiga kali.
• Menghadap kiblat.
• Mengangkat kedua tangan dalam do’a.
• Jika mungkin, berwudhu’ terlebih dahulu.
• Tidak berlebih-lebihan dalam do’a.
• Bertawassul kepada Allah dengan Asmaa’-ul Husna dan sifat-sifat-Nya yang Mahatinggi, atau dengan amal shalih yang pernah dikerjakannya sendiri atau dengan do’a seorang shalih yang masih hidup dan berada di hadapannya.
• Makanan dan minuman yang dikonsumsi serta pakaian yang dikenakan harus berasal dari usaha yang halal.
• Tidak berdo’a untuk suatu dosa atau memutuskan tali silaturahmi.
• Menjauhi segala bentuk kemaksiatan.
• Harus menegakkan amar ma’ruf nahi munkar (menyuruh berbuat kebaikan dan mencegah kemunkaran).
• Jika dia hendak mendo’akan orang lain, hendaklah dia memulai dengan mendo’akan dirinya sendiri.

DO’A PENTING YANG HENDAKNYA DIMOHONKAN OLEH SEORANG HAMBA:

• Mohon hidayah/petunjuk kepada Allah yaitu hidayah taufiq agar ditunjuki di atas jalan yang benar.
• Mohon kepada Allah agar diampuni segala dosa yang dilakukan, karena setiap hari, siang dan malam seorang hamba tidak luput dari berbuat dosa dan maksiat.
• Mohon kepada Allah agar dimasukkan ke Surga dan dijauhkan dari api Neraka.
• Mohon kepada Allah keselamatan di dunia dan akhirat, serta dijauhkan dari berbagai macam bencana dan mala-petaka.
• Mohon kepada Allah agar hatinya ditetapkan diatas agama dan tetap istiqamah dalam
melaksanakan ketaatan kepada-Nya.
• Mohon kepada Allah agar ditetapkan nikmat Islam, Sunnah dan diselamatkan dari segala kemurkaan-Nya.

Sumber:
Buku DO’A & WIRID
karya Ust. Yazid Abdul Qadir Jawas hal. 89 - 98
copy dari:pustaka imam syafi'i

Baca Selengkapnya......

Aroma Kasturi Keluar Dari Hidung Jenazah Wanita Saat Dimandikan

Ummu Ahmad ad-Du'aijy berkata ketika ia ditemui Majalah Yamamah tentang kematian seorang gadis berusia 20 tahun pada kecelakaan kendaraan. Beberapa saat sebelum meninggal, ia pernah ditanya oleh familinya "Bagaimana keadaanmu wahai fulanah.?" Ia menjawab, "Baik, alhamdulillah." Tetapi beberapa saat setelah itu ia meninggal dunia. Semoga Allah merahmatinya.

Mereka membawanya ke tempat memandikan mayat. Ketika kami meletakkan mayatnya di atas kayu pemandian untuk dimandikan, kami melihat wajahnya ceria dan tersimpul senyuman seakan-akan ia sedang tidur. Di tubuhnya tidak ada cacat, patah dan luka. Dan anehnya (sebagaimana yang dikatakan ummu Ahmad) ketika mereka hendak mengangkatnya untuk menyelesaikan mandinya, keluar benda berwarna putih yang memenuhi ruangan tersebut menjadi harum kasturi. Subhanallah! Benar ini adalah bau kasturi. Kami bertakbir dan berdzikir kepada Allah sehingga anakku yang merupakan sahabat si mayit menangis melihatnya.


Kemudian aku bertanya kepada bibi si mayit tentang keponakannya, bagaimana keadaannya semasa hidup? Ia menjawab, "Sejak mendekati usia baligh, ia tidak pernah meninggalkan sebuah kewajiban, tidak pernah melihat film, sinetron dan musik. Sejak usia tiga belas tahun, ia sudah mulai puasa senin-kamis dan ia pernah berniat secara sosial membantu memandikan mayat. Tetapi ia terlebih dahulu dimandikan sebelum ia memandikan orang lain. Para guru dan teman-temannya mengenang ketakwaannya, akhlaknya dan pergaulannya yang banyak berpengaruh terhadap teman-temannya baik ketika masih hidup maupun setelah meninggal."

Aku katakan, "Benarlah perkataan syair,
Detak jantung seseorang berkata kepadanya,
bahwa kehidupan hanya beberapa menit dan detik saja.
Camkanlah itu dalam dirimu sebelum engkau mati,
Seorang insan mengingat umurnya yang hanya sedetik."

Dan perkataan yang lebih baik dari itu adalah firman Allah SWT,
"Dan Allah telah menjadikanku selalu berbakti di manapun aku berada." (Maryam: 31).

Lalu ummu Ahmad melanjutkan ceritanya, Ada lagi jenazah seorang gadis yang berumur 17 tahun. Para wanita memandikannya dan kami melihat jasadnya berwarna putih lalu beberapa saat kemudian berubah menjadi hitam seperti kegelapan malam. Hanya Allah-lah yang mengetahui tentang keadaannya. Kami tidak sanggup bertanya kepada keluarganya, agar kami dapat menyembunyikan aib jenazah. Hanya Allah-lah yang Maha Tahu.

Kita bermohon kepada Allah keselamatan dan kesehatan.

Wahai saudariku apakah dua kisah ini dapat engkau jadikan sebagai pelajaran? Apakah engkau akan mengikuti jejak orang shalih ataukah engkau menjadikan wanita-wanita fasik dan durhaka sebagai tauladan? Kematian bagaimanakah yang engkau pilih?

Kisah ini dicantumkan dalam Majalah al-Yamamah edisi 1557 tanggal 14 Shafar 1320 H.

(SUMBER: SERIAL KISAH TELADAN karya Muhammad bin Shalih al-Qahthani)



Baca Selengkapnya......

Kegagalan Bukan Akhir Segalanya

Kegagalan adalah sesuatu yang pada umumnya ditakuti oleh siapa saja. Hadirnya tak di harap, hilangnya pun tak dianggap. Banyak orang yang merasa kalo hidupnya nggak berguna hanya karena realita tidak sesuai dengan asa. Padahal nggak juga, mau tau kenapa? sesuai judulnya kalo kegagalan bukan akhir sgalanya.

Siapa sih orang gagal itu??
Yaitu mereka yang sudah mempunyai rencana dan gagasan,tapi cuma bisa bermimpi, tidak ada langkah pasti untuk realisasi.



Artinya, selama waktu masih berputar, selama matahari masih bersinar dan selama hayat masih di kandung badan, selama itu pula kita masih punya kesempatan. Jangan pernah ada kata menyerah untuk melangkah, jangan pernah ada kata ragu untuk melaju dan jangan pernah ada kata sangsi untuk bangkit kembali.
Hidup tidak cuma sampai disini, sobat. Kegagalan yang kita alami saat ini bukan kegagalan yang hakiki. Itu cuma sebuah kesuksesan yang tertunda, kesuksesan yg menuntut kita untuk lebih bersabar. Kita memang tidak bisa merubah keadaan, tapi kita bisa mengubah sikap kita ketika menghadapinya. Ibarat kata, kita tidak bisa merubah arah angin, tapi kita bisa mengubah arah sayap kita..




Jangan Jadi Pengecam Diri
Harus selalu kita sadari bahwa yang namanya kesempurnaan hanyalah milik Allah yang Mahasempurna. Keinginan untuk selalu sempurna biasanya mendorong munculnya perasaan tidak mampu melakukan apa pun.
Seorang pengecam diri akan cenderung slalu berlebihan dalam menyikapi kekurangan. hal ini justru akan bisa menghancurkan diri sendiri.

Belajar Mencintai Diri
Yang mesti disadari adalah bahwa kita termasuk makhluk yang diciptakan Allah SWT. dengan segala keterbatasan. Ada kelebihan dan ada kekurangannya. Berusahalah menghargai diri sendiri dan hasil yang sudah kita capai, baik hasil yang kecil ataupun yang besar. Dengan begitu berarti kita telah mensyukuri nikmat pemberian Allah.

Jangan Takut Gagal
Berpikirlah positif terhadap apa yang dilakukan. Selama berada pada jalan yang benar , yakinlah pertolongan Allah senantiasa menyertai langkah kita. Yang penting kita sudah berani melangkah dan usaha. jangan lupa disertai doa . Jangan takut gagal, inilah yang harus ditanamkan dalam pribadi masing-masing. Buang semua pikiran negatif yang hanya akan menghalangi langkah kita. Sesungguhnya segala sesuatu sudah ditetapkan Allah. Bila menemui kegagalan pastikan bahwa keinginan itu bukanlah yang terbaik buat kita, karena Allah maha mengetahui segala sesuatu yang tidak kita ketahui. Tawakal kepada allah. Jadikan kegagalan itu sebuah pelajaran buat kita.
Selalu ingat bahwa "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (QS. Al-Baqarah : 286) dan "ketahuilah bahwa jalan keluar beserta kesulitan dan kemenangan disertai kesabaran dan sesungguhnya bersama kesulitan terdapat kemudahan" (HR. Ahmad)



Baca Selengkapnya......

Bersendau gurau dengan menyebut nama Allah dan Rasul-nya

Firman Allah Ta'ala (artinya):

"Dan jika kamu tanyakan kepada orang-orang munafik (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: "Sesungguhnya kami hanyalah bersendau gurau dan bermain-main saja." Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman..."." (Bara'ah/At-Taubah: 65-66)

Diriwayatkan dari Ibnu 'Umar, Muhammad bin Ka'b, Zaid bin Aslam dan Qatadah, hadits dengan rangkuman sebagai berikut:

"Bahwasanya ketika dalam peristiwa perang Tabuk, ada seseorang yang berkata: "Belum pernah kami melihat seperti para ahli baca Al-Qur'an ini, orang yang lebih buncit perutnya, lebih dusta lisannya dan lebih pengecut dalam peperangan." Maksudnya: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam dan para sahabat yang ahli baca Al-Qur'an itu. Maka berkatalah 'Auf bin Malik kepadanya: "Omong kosong yang kamu katakan. Bahkan kamu adalah munafik. Niscaya akan kuberitahukan kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam." Lalu pergilah 'Auf kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam untuk memberitahukan hal tersebut kepada beliau. Tetapi sebelum ia sampai, telah turun wahyu Al-Qur'an kepada


beliau. Dan ketika orang itu datang kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam, beliau telah beranjak dari tempatnya dan menaiki untanya. Maka berkatalah ia kepada Rasulullah: "Ya Rasulullah! Sebenarnya kami hanyalah bersendau gurau dan mengobrol sebagaimana obrolan orang-orang yang bepergian jauh sebagai pengisi waktu saja dalam perjalanan kami." Kata Ibnu 'Umar: "Sepertinya aku melihat dia berpegangan pada sabuk pelana unta Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam, sedang kedua kakinya tersandung-sandung batu, sambil berkata: "Sebenarnya kami hanyalah bersendau-gurau dan bermain-main saja."
Lalu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda kepadanya:

"Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok."

Beliau mengucapkan itu tanpa menengok dan tidak bersabda kepadanya lebih daripada itu."

Kandungan tulisan ini:

1.Masalah penting sekali, bahwa orang yang bersendau-gurau dengan menyebut-nyebut Allah, ayat-ayatNya atau Rasulullah adalah kafir.

2.Ini adalah tafsiran dari ayat tersebut di atas terhadap orang yang melakukan perbuatan itu, siapapun dia.

3.Perbedaan antara perbuatan menghasut dengan perbuatan setia kepada Allah dan Rasul-Nya. (Dan melaporkan perbuatan orang-orang fasik kepada waliyul amr untuk mencegah mereka, tidaklah termasuk perbuatan menghasut tetapi termasuk kesetiaan kepada Allah, kepada Rasul-Nya kepada pemimpin umat Islam, dan kaum muslimin seluruhnya).

4.Perbedaan antara sikap memaafkan yang dicintai Allah dengan sikap keras terhadap musuh-musuh Allah.

5.Bahwa tidak semua permintaan maaf mesti diterima (ada juga permintaan maaf yang harus ditolak).




Baca Selengkapnya......

dibalik kematian david hartanto

anda tentu masih ingat David Hartanto, anak Jenius yang mati di NTU singapore..
berikut ini ada email dari teman saya..
What do you think????

kisah dibalik meninggalnya David Hartanto, diduga inteligen singapura terlibat
They Want to Kill Me, Teriak David, Darah Lalu Bersimbah
Sketsa 18 Maret 2009

Pertemuan saya dengan ayah David, Hartono Wijaya, hari ini
mengindikasikan kuat pembunuhan. Riset David setelah terus saya
verifikasi menajam; indikasi rebutan hak penemuan komponen obyek 3
dimensi yang bisa tayang di udara, bisa juga berguna bagi televisi
masa depan yang dapat ditonton kasat mata, tanpa kacamata khusus,
laksana riset yang pernahdilakukan Lucas Art & Co. Inilah Sketsa ke-3
sebagai seorang literary citizen reporter, indikasi tentang kasus
pembunuhan anak jenius, aset bangsa seharusnya.
SOSOK Hartono Wijaya berkacamata berkemeja lengen pendek bergaris biru
berpantolan biru tua. Alur benang celana bagian pisak depannya
melicin. Ada goresan seterikaan. Sepatu hitamnya bertelapak tipis.


Penampilannya sederhana saat saya temui. Hartono adalah ayah kandung
David Hartanto, mahasiswa Indonesia yang tewas di kampusnya di Nanyang
Technology University (NTU), Singapura, pada 2 Maret 2009 lalu.

They want to kill me, they want to kill me they

Di menjelang ajal itu, David berteriak-teriak, They want to kill me,
lalu lari terbirit-birit, di lantai tempat ia berkonsultasi dengan
dosen pembimbing skripsinya, Prof., DR. Chan Yan Loek, 45 tahun, di
jurusan Electrical Engineering.
Tak ada bala bantuan.
David ketakutan.
Bayangan kematian di depan mata.
Malaikat maut seakan menabal ajal.
Kampus bergengsi di pagi cerah mulai ramai namun sepai.
Di 2 Maret 2009, sekitar pukul 10 waktu Singapura, suasana senyap,
ternyata telah mengantar tubuh David yang semula segar bugar lalu
kelengar. Indikasi lehernya ditebas, lalu badannya dibuang, dijatuhkan
dari lantai empat kampus, tempat segala ilmu dan kelimuan yang
mengdepankan integritas itu terjadi.
Seorang wanita, pekerja di NTU melihat sosok David lari
terbirit-birit. Ia mendengar jelas suara, They wanto to kill me. Tetapi ia tak menyangka sebuah permintaan tolong melolong.

Ia mengira, agaknya, hanya sebuah adegan bercanda.
Wanita itu menceritakan detik mencekam itu kepada Hartono Wijaya, pada
2 Maret 2009 petang di Singapura, di saat sosoknya berkunjung ke
kampus NTU.

“Jika saya sebutkan nama wanita itu kepada Anda, akan dibunuh pula
wanita itu kini, ujar Hartono.
Indikasinya leher David ditebas pisau. Darah berceceran di tangga,
sebagaimana foto tetesan darah yang sedang dibersihkan yang telah
dikirim oleh seorang blogger di Singapura kepada saya. Foto itu kini
juga beredar di internet, Facebook, dan menjadi potongan video visual
yang dibuat oleh Christovita Wiloto.
Kalimat David lari terbirit-birit dengan nada ketakutan itu
diceritakan Hartono dengan mata berkaca-kaca.
Saya lalu meminta tolong ayah David ini mendeskripsikan jasad anaknya
ketika pertama kali melihat.

Ditemani oleh pihak Kedutaan Indonesia di Singapura pada sore, 2 Maret
2009, oleh pihak kepolisian ia tak diperbolehkan melihat jasad David.
Alasannya masih dalam otopsi.
Keesokan harinya saya kembali.
Anak saya badannya dililit plastik, dibalut macam mumi plastik bening
Tetapi saya melihat lehernya diplester, ada tiga baris plester.
Demikian paparan Hartono kepada saya.

Saya berjumpa Hartono di sela-sela diskusi yang diadakan oleh
Christivita Wiloto, Selasa, 17 Maret 2009, pukul 13.30. Chris membuat
pertemuan diskusi sekalian memberikan penghargaan kepada penulis
resensi bukunya, Behind Indonesia Headlines, dalam sebuah diskusi
bertopik Membangun Citra Positif Indonesia Melalui Pemberitaan Media.
“Mengapa media di Indonesia hanya mengutip saja keterangan media di
Singapura, bahwa David memutus nadi, melompat bunuh diri, ujar
Christovita membuka diskusi.
Bisa saya maklumi Hartono enggan menyebut wanita saksi mata itu.
Toh, empat hari setelah kematian David, sosok Zhou Zheng, peneliti,
yang di saat hari kematian David turut hadir di ruangan Prof Chap Yan
Loek, mati gantung diri.
Christovita membuat sebuah film presentasi bahan yang dikumpulkan di
forum Straits Time. Kumpulan foto kematian David; deretan kejanggalan,
seperti dua tulisan saya sebelumnya, sudah beredar di banyak milis,
blog , di Facebook, kini.

Di tanggal 3 Maret, kedua orang tua David di Singapura, diminta
membuat keputusan cepat, mengkremasi jasad atau membawa pulang ke
Indonesia
Entah mengapa kala itu, dalam keadaan kalut kami memutuskan
mengizinkan kremasi, kenang Hartono. Matanya berkaca. Seakan ada
penyesalan di sana.

Pertanyaannya lalu, mengapa David dipatheni?
SAYA teringat akan pergumulan saya di dunia visual.
Sejak berhenti jadi wartawan di Majalah SWA pada 1989, saya kemudian
membuka usaha sendiri, mulai dari graphic design hingga visual
animasi. Bahkan pada 1993, saya memutuskan penuh berusaha bergerak di
bidang animasi. Hingga 1996, usaha saya tutup, setelah
menginvestasikan uang Rp 1,2 miliar, sebuah angka besar bagi saya - -
karena diperoleh dari usaha sendiri dari nol. Saya membuat animasi 2D
wayang, 3D wayang.

Dalam pergulatan yang membawa kerugian uang itu, mengantarkan saya
kepada pengetahun piranti lunak dan kemampuan visual. Saya mengenal
yang namanya aplikasi software animasi 3D; mulai dari Soft Image 3D,
2D, Toon, 3D Studio Max. Hardware mulai dari high end komputer Silicon
Graphic yang dipakai untuk menjalankan aplikasi editing macam Inferno
- - dulu di Jakarta dimiliki pertama oleh Post Office, perusahan post
production (rumah paska produksi) milik Peter F. Gontha.
Pada 1997-1998, saya sempat pula bekerja di VHQ,rumah paska produksi
visual milik Eric Lomas, orang Australia, warga Singapura. Ia juga
berpartner dengan Media Development Authority (MDA) semacam BUMN-nya
Singapura. Melalui MDA inilah, antara lain pemerintah Singapura
memberi kemudahan Disney, bahkan Lucas Film membuka usahanya di
Singapura, termasuk memberi iming-imingtax free
Lucas Art & Co, pernah melakukan riset tentang teknologi tiga dimensi
(3D) visual untuk kepentingan iklan, yang mampu tampil di udara. Itu
artinya, software animasi 3D, sederhananya, yang semula hanya bisa
membuat model dan tayang di komputer atau cuma direkam ke format film
dan video, lalu bisa ditayang di udara.

"Seingat saya pada 2006 Lucas Art & Co, sudah pernah mempublikasikan
rencana riset mereka soal itu," ujar Vidiyama Sonnekh, praktisi
teknologi informasi di Jakarta.
Semacam hologram tiga dimensi yang bisa hidup di udara.
Dulu kami pernah mau menawarkan teknologi itu sebagai suplier ke
kelompok usaha Djarum yang sedang membangun Grand Indonesia. Cuma,
kala itu masih mahal, proyektornya saja satu US $ 20 juta, kata
Vidiyama.

Nah harga mahal itu pastilah berkait ke riset panjang dan mahal.
Nah jika ada mahasiswa yang melakukan riset dan menemukan teknologi
yang lebih murah, logikanya, bisa merugikan industri? ujar Vidi.
Judul penelitian David Hartanto: Multiview acquisition from
multi-camera configuration for person adaptive 3D display 3D
Rekonstruski Dari CCTV, Syarat Utama Pendukung Intelligent Video
Surveillance System.

Dari latar pemahaman animasi dan software, latar bekerja di perusahaan
post, lalu mengetahui riset Lucas Art dari Vidiyama, serta membaca
judul skripsi David, plus mendapatkan email dari blogger di Singapura,
juga mengakuan sosok gadis bernama Angel, mahasiswi yunior David di
NTU, maka saya menduga, bahwa penemuan David adalah: Kemampuan membuat
gambar visual tiga dimensi yang bisa tayang ke udara, khusus untuk
teknologi intelijen, di mana sosok orang digital bisa diprogram masuk
ke ruang tertentu dipantau melalui kamera CCTV, gerakannya dipandu
pemindai gerak (motion capture); dapat mengirim data, suara, layaknya
manusia benaran yang sedang kita perintah bekarja.

Jika benar demikian, hebat. bukan.
Jika benar itu yang ditemukan, menurut Vidi, implementasinya bisa
macam-macam. Kita bisa saja mengganti resepsionis di kantor dengan
orang 3D, bukan manusia utuh, ujar Vidi.
Saya lalu menghayal membayangkan teknologi hologram dalam film Star
Trek, yang kini memang mulai banyak dilakukan riset visualnya oleh
Amerika Serikat. Riset itu juga berupaya mengembangkan televisi masa
depan, antara lain agar publik dapat menonton teve tiga dimensi di
udara tanpa lagi menggunakan kacamata khusus.
Ketika di risetnya 70%, sesuai penuturan Angel, sebagaimana sudah saya
tulis di Sketsa saya kedua soal David, profesor-nya tidak yakin David
mampu. “Jika kamu bisa, kamu akan dapat Nobel, ujar Angel, mengutip
David. Gadis itu penasaran atas kesibukan David selama dua pekan
menyelesaikan tugas akhir yang tak mau diganggu. Ia lalu menmgunjungi
David dan mendapatkan keterangan demikian.

Pada pagi sebelum berangkat ke kampus, David sudah memeindahkan data
skripsinya ke flash-disk. Juga mebawa note book-nya dalam ransel, plus
bekal minuman air putih dalam botol besar.
Sesuai dengan info kawan-kawanya di Singapura yang saya terima,
hari itu skripsinya sudah samapi 90% final, ujar Hartono Wijaya, sang
ayah.


Malang tak dapat diduga, kampus yang seharusnya menjadi wadah para
ilmuwan yang berdedikasi kepada keilmuan dan kejujuran, sebaliknya
justeru kini meninggalkan tanda tanya besar. Jika indikasi pembunuhan
memang kini menguat, riset jitu anak penggemar game dan visual itu pun
diduga kuat sesuatu yang sangat berarti.

Pertanyaaan, mengapa David harus mati?
Hingga di sini adalah tugas jurnalisme perlu melakukan verifikasi
terus-menerus menjadi penting.
Saya sangat menyayangkan mengapa KBRI kita di Singapura diam saja.
Tidak bersuara? ujar Constant Marino Ponggawa, anggota komisi I DPR
RI, 2004-2009.
Ketika saya desak dengan pertanyaan, mengapa DPR tak menekan
pemerintah RI menyampaikan tekanan penyidikan tuntas terhadap
pemerintah Singapura?
Ini waktunya sedang tak pas. DPR sedang reses.kata Constant.

Constant tak habis pikir, mengapa pemerintah diam, Apa ini karena
sosok yang tewas kalangan minoritas?
Bila saya menjawab Constant, maka dengan berat hati saya tuliskan
kembali bahwa penghargaan negara terhadap nyawa memang rendah-rendah
saja. Saya mengulang menuliskan bahwa tiga pekan lalu seorang wanita
bernama Devi, di Pamulang, Banten, koma usai diperkosa, rumah sakit
tidak bisa menerima karena tak ada identitas dan kartu miskin, dirawat
sekenanya di pos ronda lima hari oleh warga,lalu mati begitu saja.

Negara?
Entah di mana!
Di banyak kasus menimpa TKI kita di luar negeri, dilecehkan, dihamili
bahkan mati, sebagaimana dipaparkan Christivita Wiloto, negara juga
seakan entah di mana?
Makanya jika seorang anak pandai, brilian pula otaknya, lalu kemudian
dibunuh, dan opini media sedunia dibangun bahwa, anak mahasiswa
Indonesia penusuk dosen?
Pembunuh!
Maka celakalah kita, ujar Christovita.
Di saat anggota DPR reses, di saat pejabat pemerintahan bercuti lalu
berkampanye, di saat para Caleg menghitung kocek, kematian satu nyawa,
bisa jadi terlupakan lagi oleh pengelola negara. Padahal di kematian
David, bisa jadi sesungguhnya menyangkut nama besar bangsa
diindikasikan dirusak, sekaligus dihina. Sudah sejak lama anak-anak
pintar negeri ini diimingi bea siswa, lalu setelah tamat otaknya guna
membangun bangsa orang.
Inilah tragedi di bangsa yang menghamburkan dana dalam lima tahun ini
mencapai Rp 1.000 triliun, untuk kepentingan Pemilu, Pilkada, Partai
dan pengeluaran perorangan partai, namun alpa akan sisi kemanusiaan
yang kian hari seharusnya: kian beradab.
Sebagai orang tua, Pak Hartono tak mungkin meminta nyawa anaknya
kembali. Tetapi minimal ada pembuktian, bahwa anaknya mati bukan
karena menusuk dosen, ujar Christovita. ***


Ali Amin
Center for Religious and Cross Cultural Studies
Gadjah Mada University
Yogyakarta Indonesia




Baca Selengkapnya......

Mengapa saya mengenakan Kerudung ?

Oleh Yvonne Ridley (mualaf Inggris eks tahanan Taliban)

Dulu saya melihat wanita berkerudung sebagai manusia yang pendiam, makhluk yang tertindas. Namun, kini saya melihatnya sebagai sosok yang memiliki banyak keahlian, berbakat, dan berpendirian kuat dimana menjelma sebagai bentuk solidaritas persaudaraan yang bahkan terlalu agung untuk dibandingkan dengan persaudaraan feminisme Barat.

Politisi dan jurnalis senang mengangkat isu tertindasnya perempuan di dalam Islam tanpa pernah mengajak berbicara para perempuan berkerudung itu sendiri.

Mereka sama sekali tidak memiliki bayangan bagaimana wanita muslim terlindungi dan dihormati dalam Islam yang telah berlangsung selama lebih dari 1400 tahun yang lalu.

Namun dengan mengupas isu budaya seperti mempelai anak-anak, penyunatan anak perempuan, pembunuhan demi kehormatan dan perkawinan paksa, mereka pikir mereka berbicara dengan ilmu.

Dan saya juga muak dengan dicontohkannya praktik di Saudi sebagai contoh bagaimana wanita ditekan hak-haknya seperti larangan mengemudi di negara tersebut.


Hal-hal diatas sebenarnya tidak ada hubungannya dengan Islam, namun itu semua menjadi sasaran empuk untuk memojokkan Islam dengan bergaya sok tahu. Padahal sangatlah naif untuk mencampuradukkan budaya dengan Islam.

Saya pernah diminta untuk menulis bagaimana Islam membolehkan suami untuk menghajar isterinya. Enak saja, tidak benar itu. Kalangan pengkritik Islam tentu akan dengan senang mengutip ayat-ayat Al Quran atau Hadith secara serampangan dan di luar konteks. Apabila seorang suami akan menaikkan tangannya terhadap isterinya, ia dilarang untuk meninggalkan bekas pukulan di tubuh isterinya. Dengan kata lain, Quran sebenarnya berkata,” Jangan kau hajar isterimu, Hai Bodoh.”

Nah mari kita lihat statistik yang menarik. Hmm, saya mulai mendengar kata-kata sumpah serapah. Menurut, informasi Kekerasan Rumah Tangga Nasional (Amerika Serikat), 4 juta wanita mengalami kekerasan oleh pasangannya selama rata-rata 12 bulan.

Tidak kurang dari 3 wanita dibunuh oleh suami atau pacarnya setiap hari… yang berarti sekitar 5500 wanita yang dihajar hingga mati sejak peristiwa 9/11.

Mungkin ada yang bilang bahwa fakta tersebut adalah suatu kenyataan yang mencengangkan yang bisa terjadi di masyarakat yang konon beradab. Namun sebelum saya berkata lebih jauh, saya perlu katakan bahwa kekerasan terhadap wanita adalah masalah global. Pria yang melakukan kekerasan pun memiliki latar belakang yang beragam dari segi agama maupun budaya. Kenyataan menunjukkan bahwa satu dari tiga wanita di dunia merupakan korban kekerasan dan pelecehan seksual semasa hidupnya. Kekerasan terhadap wanita bukan monopoli agama, status, kekayaan, warna kulit ataupun budaya tertentu.

Namun demikian, ketika Islam pertama kali muncul, wanita merupakan obyek yang diperlakukan secara tidak semestinya. Bahkan di Barat, para wanita pun masih menghadapi masalah karena para pria yang masih berpikir memiliki superioritas. Ini terlihat dari jenjang promosi dan struktur upah yang terlihat dari tipe pekerja pembersih biasa hingga pemburu karir di tingkat direksi atau manajemen.

Wanita di Barat pun masih diperlakukan sebagai komoditas dimana perbudakan seksual mengalami peningkatan, dengan dalih sebagai upaya pemasaran dimana tubuh wanita menjadi aset penjualan produk dalam dunia periklanan. Sebagaimana disebutkan sebelumnya, ini terjadi di dalam masyarakat dimana perkosaan, pelecehan seksual dan kekerasan adalah hal yang lumrah. Di dalam masyarakat ini pula terjadi ilusi persamaan antara pria dan wanita dan tingkat pengaruh seorang wanita di dalam masyarakat tersebut diukur dari besaran payudara yang ia miliki.

Dulu saya melihat wanita berkerudung sebagai manusia yang pendiam, makhluk yang tertindas. Namun, kini saya melihatnya sebagai sosok yang memiliki banyak keahlian, berbakat, dan berpendirian kuat dimana menjelma sebagai bentuk solidaritas persaudaraan yang bahkan terlalu agung untuk dibandingkan dengan persaudaraan feminisme Barat. Pandangan saya berubah sejak pengalaman yang saya lalui ketika ditahan oleh Taliban karena menyelundup ke Afghanistan dengan mengenakan burkha di bulan September 2001.

Selama 10-hari dalam kurungan, saya membuat perjanjian dengan mereka bahwa saya akan membaca Al Quran dan mempelajari Islam kalau mereka akan membiarkan saya pergi. Aneh tapi nyata, mereka pun menerima tawaran saya dan saya pun dibebaskan. Ketika saya kembali dari sana saya pun memegang janji saya. Sebagai jurnalis yang meliput peristiwa di Timur Tengah, saya pun menyadari untuk belajar lebih banyak tentang suatu agama yang jelas-jelas juga menjadi suatu pandangan hidup bagi masyarakat di sana.

Tidak, saya bukan korban Sindrom Stockholm. Untuk menjadi korban sindrom ini, anda harus memiliki hubungan yang baik dan erat dengan mereka yang menahan anda. Ini tidak terjadi dengan saya. Selama saya dikurung, saya sumpah serapahi mereka menolak makanan yang mereka tawarkan dan melakukan mogok makan. Saya tidak tahu siapa yang lebih senang ketika saya akhirnya dibebaskan — mereka atau saya!

Awalnya, saya pikir membaca Quran tidak akan lebih dari sekedar kegiatan akademis. Namun saya benar-benar terhenyak ketika saya temukan secara gamblang bahwa wanita memiliki kesamaan spiritual, pendidikan dan harga diri. Hadiah bagi seorang wanita ketika ia melahirkan dan membesarkan anak-anak mereka benar-benar mendapatkan pengakuan yang tulus. Wanita muslim pun bangga untuk menyatakan bahwa mereka adalah ibu rumah tangga.

Di samping itu, Nabi Muhammad Saaw pun menyatakan bahwa wanita yang terpenting dalam keluarga adalah seorang Ibu, Ibu, dan Ibu. Nabi juga berkata bahwa surga terletak di bawah telapak kaki ibu. Bayangkan, berapa banyak wanita yang mampu mencapai 100 peringkat wanita paling berpengaruh hanya dengan predikat ‘Ibu Terbaik’?

Ketika seorang wanita secara Islam memilih dengan sadar untuk tetap tinggal di rumah dan membesarkan anak-anak merupakan suatu bentuk baru dari harga diri dan kehormatan di mata saya. Pilihan tersebut sama sekali tidak lebih rendah dibanding dengan para wanita muslim lainnya yang memilih untuk bekerja, berkarir dan mengembangkan profesi mereka.

Saya pun mulai mencermati hal-hal seperti hukum warisan, pajak, kepemilikan harta dan perceraian, yang semuanya mungkin bisa menjadi inspirasi bagi para pengacara Holywood. Misalnya, wanita berhak mempertahankan apa yang telah mereka raih dan miliki sedangkan para suaminya harus menyerahkan separuh dari nilai yang ia miliki.

Agak lucu bukan kedengarannya ketika para media tabloid dengan heboh meliput berita aktris bintang film yang melakukan perjanjian pra nikah? Padahal para wanita muslim sudah menjalankan perjanjian bahkan sejak hari pertama. Mereka bisa memilih untuk bekerja atau tidak, dan semua penghasilan yang ia dapati dari pekerjaannya adalah miliknya, sedangkan suaminya harus membayar semua kebutuhan, tagihan dan belanja keluarga.

Apa-apa yang mereka para feminis perjuangkan di tahun 70an, ternyata sudah dinikmati oleh para wanita muslim 1400 tahun yang lalu.

Sebagaimana saya terangkan tadi, Islam menghormati status Ibu dan Istri. Apabila anda memilih untuk tetap tinggal di rumah, maka silakan untuk tetap tinggal di rumah. Adalah suatu bentuk kehormatan yang luar biasa nilainya untuk menjadi pendidik pertama dan terutama bagi anak-anak.

Di saat yang sama, Quran juga menyatakan kalau anda ingin bekerja, maka bekerjalah. Jadilah wanita karir, kembangkan profesi dan jadilah politisi. Jadilah menjadi sosok apapun yang anda inginkan dan jadilah yang terbaik, karena apapun yang anda akan kerjakan diniati untuk menggapai ridhaNya.

Saat ini ada kecenderungan yang berlebihan untuk menfokuskan pada masalah pakaian wanita muslim terutama oleh para pria (baik muslim dan non-muslim).

Memang benar bahwa wanita muslimah wajib untuk berpakaian sopan, tetapi banyak sekali masalah lain yang wanita muslim hadapi saat ini.

Namun demikian, semua orang masih terobsesi dengan isu kerudung atau hijab. Begini, hijab ini adalah busana resmiku, dan dengan ini saya nyatakan bahwa saya adalah seorang muslim dan saya harap anda perlakukan saya dengan hormat.

Bisakah anda bayangkan bagi seseorang untuk memberitahu eksekutif Wall Street atau bankir Washington untuk mengenakan kaos t-shirt dan celana blue jeans? Dia tentu akan menyatakan bahwa busana resmi yang ia kenakan adalah yang mendefinisikan dia selama jam kerja dan secara tidak langsung ia nyatakan kepada dunia untuk mendapatkan perlakuan sebagaimana mestinya.

Anehnya, di Inggris, kita dengar ucapan Menlu Jack Straw tentang nikab (penutup wajah yang hanya memperlihatkan mata) sebagai penghalang yang tidak bisa diterima. Wahai para pria, kapan anda akan berhenti mengomentari busana wanita?

Kita juga dengar ucapan Perdana Menteri Inggris Gordon Brown dan John Reid yang memberikan pernyataan yang tidak pantas tentang nikab, padahal desa asal mereka adalah perbatasan Skotlandia dimana para pria di sana mengenakan rok!

Lalu kita juga temukan para anggota dewan parlemen yang ikut-ikutan menggambarkan nikab sebagai penghalang komunikasi. Benar-benar ucapan tidak berkualitas. Lalu bagaimana mereka menjelaskan fenomena ponsel, email, radio, sms dan faks yang dalam sehari-harinya mereka tidak pernah melihat wajah seseorang.

Mayoritas para akhwat yang saya kenal yang mengenakan nikab adalah wanita kulit putih, yang masuk Islam dan tidak lagi menginginkan sorotan, rayuan laki-laki dan perilaku mereka yang tidak senonoh. Asal tahu saja, ada sepasang akhwat di London yang saya kenal yang mengenakan niqab saat demo anti Perang karena tidak tahan dengan bau rokok.

Saya khawatir Islamophobia telah menjadi bidikan kaum rasis. Tetapi secara pengecut, kaum chauvinis pria dan kaum wanita muslim sekuler kiri bergabung menyerang busana muslimah yang tidak lagi bisa ditolerir oleh para muslimah.

Saya sendiri bertahun-tahun adalah feminis dan hingga sekarangpun masih menjadi feminis muslim yang berjuang untuk kepentingan kaum wanita. Bedanya adalah, wanita feminis muslim adalah jauh lebih radikal ketimbang teman feminisnya yang sekuler. Kita semua benci kontes kecantikan dan berusaha keras untuk tidak tertawa melihat adanya Miss Afghanistan yang mengenakan bikini sebagai bukti pembebasan wanita di Afghanistan.

Saya telah kembali ke Afghanistan beberapa kali dan saya bisa katakan bahwa tidak ada wanita karir yang bangkit dari reruntuhan di sana. Wanita muslimah Afghan berharap kepada saya agar Barat tidak terlalu terobsesi dengan Bhurka yang mereka kenakan. “Jangan perjuangkan kami untuk menjadi wanita karir, tapi carikan pekerjaan buat suami kami. Tunjukkan bahwa kami bisa mengirim anak-anak ke sekolah secara aman tanpa takut diculik. Berikan kami keamanan dan makanan di meja makan,” demikian kata seorang wanita muslimah kepada saya.

Muslim feminis muda melihat kerudung dan nikab sebagai simbol politik dan persyaratan agama sekaligus. Ada yang menganggap bahwa ini adalah simbol perlawanan mereka terhadap gaya hidup Barat yang sarat dengan mabuk-mabukan, seks bebas, dan narkoba.

Superioritas dalam Islam tumbuh karena ketaqwaan, bukan kecantikan, kekayaan, kekuasaan, posisi, maupun jenis kelamin.

Sekarang katakan kepada saya mana yang lebih membebaskan. Apakah dengan melihat seberapa pendek rok yang saya kenakan dan ukuran payudara, atau dengan menilai karakter, pikiran dan kecerdasan?

Majalah-majalah memberikan pesan kepada wanita kalau mereka tidak tinggi, langsing dan cantik maka mereka tidak akan dicintai dan diinginkan. Tekanan kepada para pembaca majalah remaja untuk memiliki pacar pun sangat menjengkelkan.

Islam berkata kepada saya bahwa saya memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan dan adalah tugas saya untuk mencari ilmu, baik ketika saya masih lajang atau sudah menikah.

Tidak ada di dalam Islam bahwa kami sebagai wanita harus mencuci, membersihkan rumah, atau memasak demi para pria. Tapi tidak hanya laki -laki muslim yang wajib mempelajari kembali perannya di masyarakat. Coba cek kata-kata Pat Robertson di tahun 1992 tentang pandangannya terhadap wanita. Lalu katakan kepada saya mana yang lebih beradab.

Dia berkata,” Feminisme mendorong wanita untuk meninggalkan suami mereka, membunuh anak-anak, melakukan sihir, menghancurkan kapitalisme, dan menjadi lesbian.”

Ini adalah kata-kata orang Amerika yang hidup semasa Jahiliyah yang perlu dimodernisasi dan di-adab-kan. Sosok seperti inilah yang justru mengkerudungi penglihatan mereka dan kita perlu membuka kerudung kejahilan mereka sehingga bisa membiarkan masyarakat dunia untuk melihat Islam dengan mata kepala mereka sendiri sebagaimana apa adanya.






Baca Selengkapnya......
 
Kembali ke atas